October 18, 2011

Permainan untuk direnungi

Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajar sesuatu kepada murid-muridnya. Ia menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam.

Guru itu berkata,  "Saya ada satu  permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah 'Kapur!', jika saya angkat pemadam, maka katalah 'Pemadam! "

Murid muridnya pun mengerti dan ikut. Guru berganti-gantian mengangkat antara tangan kanan dan kirinya, semakin lama semakin cepat. 

Beberapa saat kemudian guru kembali berkata,  "Baik sekarang perhatikan, jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah 'Kapur!". dan diulang seperti tadi."

Tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. 
 
Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Guru tersenyum kepada murid-muridnya. 
 
"Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh2 kita akan memaksa kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya.Pertama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus didedahkan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat-laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. 

Musuh2 kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika kamu.  "Keluar berdua-duan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dll.  "Semuanya sudah terbalik dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya. Faham?" tanya Guru kepada murid-muridnya.
  
"Faham cikgu..." 

"Baik permainan kedua..." sambung Guru tersebut/

 "Cikgu ada Al-Qur'an, cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet.Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Al-Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet? "

Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat dll. Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat,  tidak memijak karpet.

"Murid-murid, begitulah umat Islam dan musuh-musuhnya...Musuh2 Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang2...Kerana tentu anda akan menolaknya mentah2. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sedar.

Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin meroboh rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan2 dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan...Begitulah musuh2 Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dll, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka...Dan itulah yang mereka inginkan. Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh2 kita.."

. "Kenapa mereka tidak berani terang2 memijak-mijak cikgu? "tanya mereka.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang2 menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar dll. Tapi sekarang tidak lagi. Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sedar. Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..." 

Matahari bersinar terik tatkala anak2 itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pelbagai fikiran yg bermain di kepala masing2.. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...